Senin, 05 Maret 2012

Penipuan Berkedok Petugas PLN


Beberapa hari yang lalu, waktu saya kebetulan lg jaga rumah seharian, tiba-tiba dikejutkan oleh suara pager yang digedor-gedor digetok-getok kenceng banget. Saya langsung keluar rumah buat ngeliat siapa sih yg getok-getok pager. ternyata mbak-mbak berpakaian kemeja rapih membawa papan yg biasa buat ujian. Merasa tidak nyaman dengan ketidak-sopannannya menggetok pagar, saya tidak bersedia membuka kunci pagar atau mempersilahkannnya masuk. Mbak itu menjelaskan kalau dirinya adalah petugas PLN dan menginformasikan kl bulan depan listrik akan naik, tapi kalau saya bisa memperlihatkan bukti pembayaran listrik yang  tidak pernah telat selama tiga bulan berturut-turut saya akan dapet diskon.


Dari sini saya mulai curiga, sejak kapan petugas PLN keliling inspeksi tagihan pelanggannnya dan ngasih diskon kenaikan tarif lagi. Kemudian saya bilang tidak punya bukti pembayaran PLN krn setiap bulan dibayarkan autodebet langsung dari rekening. Ketika saya bertanya "emang mau naik ya mbak qo belom ada beritannya?" eh si mbak itu malah marah-marah dia bilang "owh.. ibu ga peduli ya terhadap kenaikan tarif listrik, udah kaya ya bu, kl tagihan ibu naik jadi 1 juta ibu masih mampu bayar?" sambil buru-buru ngeloyor pergi. Nggak sopan banget sih mbak-mbak itu. Saya sempet mempertanyakan training macam apa yg di berikan oleh PLN sampe petugasnya gak sopan begitu

Setengah jam kemudian, pager saya kembali di getok-getok kali ini yg dateng laki-laki yg juga menggunakan kemeja rapih dan membawa papan. "permisi bu, kami dari PLN..." sebelum orang itu menjelaskan panjang lebar saya langsung dengan judes bilang "maaf ya mas, tadi temennya udah dateng ke sini yang perempuan, nanya rekening listrik kan? ngasih tau TDL mau naik kan? udah tau mas".  "Benar ibu, tapi apa sudah di jelaskan kalau mulai bulan depan juga akan ada pemasangan alat kapasitor bank, jadi penggunaan listriknnya lebih efektif, alatnya harganya 2 juta rupiah dan cicilannya selama 10 kali akan ditambahkan dalam tagihan PLN bulanan ibu". "Semua pelanggan di pasang alat itu juga mas?". "Iya ibu makannya kami sosialisasikan dulu", "tapi alat tersebut akan kami berikan gratis untuk 5 pelanggan pertama jika bisa menunjukkan bukti pembayaran tanpa denda selama tiga bulan berturut-turut." tambah mas itu.   "maaf mas saya tidak punya rekening listriknya " jawab saya judes terus langsung masuk kerumah, tutup pintu.

Saya ,yang saat itu masih kesel dengan ketidak sopanan mbak-mbak pertama di tambah informasi dari mas-mas itu kalau PLN akan "semena-mena" memasang alat seharga 2 juta yg biayanya di bebankan pada pelanggan , langsung googling cari nomor call center PLN. Pertama saya menghubungi call center PLN di 123 lama banget di angkatnya kemudian saya telpon ke PLN cabang Tangerang di nomor 021-552-6719. Saya menanyakan kebenaran tentang kenaikan tarif dasar listrik dan pemasangan alat kapasitor bank yang harganya 2 juta. Kemudian di jelaskan oleh petugas PLN Tangerang bahwa belum ada informasi kenaikan TDL dan PLN tidak pernah berencana menambahkan alat apapun ke pelanggannya apalagi yang biayannya 2 juta, jadi informasi yg diberikan mas-mas dan mbak-mbak itu adalah penipuan. Petugas PLN yang saya hubungi tersebut juga menjelaskan kalau sekarang banyak sekali penipuan berkedok petugas PLN yg akan memasang bank capasitor padahal mereka adalah sales alat penghemat listrik. Dan menjelaskan kalau petugas PLN semua menggunakan seragam PLN dan menggunakan kartu tanda pegawai serta mengingatkan saya untuk lebih berhati-hati.
Seragam petugas PLN
Saya kemudian menghubungi 123 kembali dan ditangani oleh petugas call center perempuan tapi saya lupa namannya, petugas call center tersebut memberikan jawaban yang sama dengan bapak PLN cabang Tangerang tadi dan saya juga di bantu pembuatan laporan pengaduan pelanggan.  Setelah di jelaskan oleh petugas PLN Tangerang dan petugas call center saya mau mengubah kata-kata saya diatas menjadi "training macam apa yg di berikan oleh PRODUSEN ALAT PENGHEMAT LISTRIK sampe petugas salesnya gak sopan dan jadi penipu begitu."








Jumat, 20 Januari 2012

Ketan Susu


"Ketan Bubuk", sticky rice with coconut scraped
and soybean powder
Since Oktober 2011, I have been staying in Pare, little city in East java where many people from a lot of province in Indonesia come here for studying english language, intensively , that make Pare very famous as English Village. The most interesting hangout place that I found in Pare when I study english there is “Tansu”, which means place that sales keTAN Susu, hot sticky rice combined with coconut scraped and sweet milk. Although they also sale “ketan bubuk”, hot sticky rice combined with soy bean powder, Indomie, coffee and tea, the warung is more famous for its tansu.

The black coffee

I like to hang out there because  their sticky rice and black coffee  not only taste so delicious but also its so cheap. You can get one portion of tansu or ketan bubuk and a cup of black coffee only with IDR 2500. And the best reasons why you must come there if you come to pare is you can enjoy the mountains and rice field view while eat tansu because tansu located in the midle of rice field area.
The farmer's bikes


The rice field beside tansu



You can choose to enjoying your sticky rice inside the tansu warung or enjoying it at the pathway near ricefield. I prefer the last one because i can enjoy ricefield closer and talk with friends of mine more relax.