Beberapa hari yang lalu, waktu saya kebetulan lg jaga rumah seharian, tiba-tiba dikejutkan oleh suara pager yang digedor-gedor digetok-getok kenceng banget. Saya langsung keluar rumah buat ngeliat siapa sih yg getok-getok pager. ternyata mbak-mbak berpakaian kemeja rapih membawa papan yg biasa buat ujian. Merasa tidak nyaman dengan ketidak-sopannannya menggetok pagar, saya tidak bersedia membuka kunci pagar atau mempersilahkannnya masuk. Mbak itu menjelaskan kalau dirinya adalah petugas PLN dan menginformasikan kl bulan depan listrik akan naik, tapi kalau saya bisa memperlihatkan bukti pembayaran listrik yang tidak pernah telat selama tiga bulan berturut-turut saya akan dapet diskon.
Dari sini saya mulai curiga, sejak kapan petugas PLN keliling inspeksi tagihan pelanggannnya dan ngasih diskon kenaikan tarif lagi. Kemudian saya bilang tidak punya bukti pembayaran PLN krn setiap bulan dibayarkan autodebet langsung dari rekening. Ketika saya bertanya "emang mau naik ya mbak qo belom ada beritannya?" eh si mbak itu malah marah-marah dia bilang "owh.. ibu ga peduli ya terhadap kenaikan tarif listrik, udah kaya ya bu, kl tagihan ibu naik jadi 1 juta ibu masih mampu bayar?" sambil buru-buru ngeloyor pergi. Nggak sopan banget sih mbak-mbak itu. Saya sempet mempertanyakan training macam apa yg di berikan oleh PLN sampe petugasnya gak sopan begitu.
Setengah jam kemudian, pager saya kembali di getok-getok kali ini yg dateng laki-laki yg juga menggunakan kemeja rapih dan membawa papan. "permisi bu, kami dari PLN..." sebelum orang itu menjelaskan panjang lebar saya langsung dengan judes bilang "maaf ya mas, tadi temennya udah dateng ke sini yang perempuan, nanya rekening listrik kan? ngasih tau TDL mau naik kan? udah tau mas". "Benar ibu, tapi apa sudah di jelaskan kalau mulai bulan depan juga akan ada pemasangan alat kapasitor bank, jadi penggunaan listriknnya lebih efektif, alatnya harganya 2 juta rupiah dan cicilannya selama 10 kali akan ditambahkan dalam tagihan PLN bulanan ibu". "Semua pelanggan di pasang alat itu juga mas?". "Iya ibu makannya kami sosialisasikan dulu", "tapi alat tersebut akan kami berikan gratis untuk 5 pelanggan pertama jika bisa menunjukkan bukti pembayaran tanpa denda selama tiga bulan berturut-turut." tambah mas itu. "maaf mas saya tidak punya rekening listriknya " jawab saya judes terus langsung masuk kerumah, tutup pintu.
Saya ,yang saat itu masih kesel dengan ketidak sopanan mbak-mbak pertama di tambah informasi dari mas-mas itu kalau PLN akan "semena-mena" memasang alat seharga 2 juta yg biayanya di bebankan pada pelanggan , langsung googling cari nomor call center PLN. Pertama saya menghubungi call center PLN di 123 lama banget di angkatnya kemudian saya telpon ke PLN cabang Tangerang di nomor 021-552-6719. Saya menanyakan kebenaran tentang kenaikan tarif dasar listrik dan pemasangan alat kapasitor bank yang harganya 2 juta. Kemudian di jelaskan oleh petugas PLN Tangerang bahwa belum ada informasi kenaikan TDL dan PLN tidak pernah berencana menambahkan alat apapun ke pelanggannya apalagi yang biayannya 2 juta, jadi informasi yg diberikan mas-mas dan mbak-mbak itu adalah penipuan. Petugas PLN yang saya hubungi tersebut juga menjelaskan kalau sekarang banyak sekali penipuan berkedok petugas PLN yg akan memasang bank capasitor padahal mereka adalah sales alat penghemat listrik. Dan menjelaskan kalau petugas PLN semua menggunakan seragam PLN dan menggunakan kartu tanda pegawai serta mengingatkan saya untuk lebih berhati-hati.
![]() |
| Seragam petugas PLN |




